Senin, 10 Maret 2014

Urgensi Karakter untuk Kepribadian Mahasiswa

Urgensi Karakter untuk  Kepribadian Mahasiswa
Oleh : Rusniati
Generasi muda seharusnya menjadi pagar yang tangguh dari kerasnya ancaman modernisasi yang seringkali diposisikan negatif dari ketidaksadaran mereka, yang bahkan perlahan-lahan meruntuhkan kokohnya bangunan karakter terdahulu yang diwariskan kepada mereka. Generasi muda seakan tak merasa bangga dengan karakter yang telah disalurkan para pendiri bangsa. Generasi penerus tampak kehilangan keteladanan, mereka seakan malu mengadopsi jiwa-jiwa kepahlawanan yang dengan segudang karakter positif yang patut diteladani.
            Fase kaum muda begitu fenomenal di Negeri tercinta ini, amanah bertengger dipundak kawan-kawan , sebuah beban berat yang akan menjadi lebih berat jika kawan-kawan tak memulai gerakan saat ini, esok, dan seterusnya. Mulailah tegakkan sayap-sayap kedamaian dunia  terkhusus untuk negeri tercinta ini. Akal generasi muda seharusnya dapat mengoptimalkan kesenangan dari zaman modernisasi ini. Pengaruh modernisasi sudah sangat mewabah didalam akal dan kepribadian generasi muda saat ini. Sebagian dari generasi muda khususnya mahasiswa tampaknya berfikir bahwa mengikuti jiwa-jiwa kepahlawanan teruntuk menjadi manusia berkarakter mungkin sejatinya akan membuat mereka berada dalam posisi tidak berkembang, mereka akan tertinggal ketika mereka tidak dengan gaya hidup modern. Kesenangan hidup modern mahasiswa kini berujung pada kelunturan karakter dan etika. Moralitas hampir hilang dari kepribadian generasi muda. Mahasiswa hampir tak menyadari bahwa kita inilah aset yang urgen untuk negara kita.
            Mahasiswa dengan kehidupan-kehidupan modern saat ini salah memaknai fanatiknya modernisasi terhadap kepribadian mereka. Cara pandang dan berfikir generasi penerus negara tidak sesuai lagi dengan nilai luhur budaya bangsa. Secara realita maupun logika mengembalikan jiwa-jiwa kepahlawanan, nilai budaya luhur serta karakter-karakter dalam kepribadian diri generasi muda tampak sulit kecuali adanya peran aktif komponen dari diri sendiri maupun orang sekitar. Gaya hidup modern sudah begitu mengakar dalam kepribadian generasi muda, perkembangan zaman sangat kuat menghantam pendirian generasi penerus. Aliran arus negatif modernisasi kini perlahan-lahan menghanyutkan warisan karakter  generasi muda.
            Pengenalan kembali budaya negara kita pun sepertinya tak dapat memberikan efek kuat bagi generasi muda yang telah melekat dengan gaya modern. Apakah tanpa karakter generasi muda dapat menjadi harapan bangsa ? masa depan cerah mereka akan buram tanpa karakter budaya luhur dalam diri generasi penerus.  Apa yang akan membawa generasi muda menuju puncak kemajuan Indonesia ? hanya karakter falsafah pancasila yang generasi penerus perlu upayakan seoptimal mungkin. Minimalisir gaya modern kita kawan dengan menananamkan karakter budaya luhur hingga menumbuhkan kualitas perilaku kolektif dalam kepribadian generasi muda. Mahasiswa harus berkarakter sesuai falsafah pancasila, yang religius,jujur,toleransi,disiplin,kerja keras,kreatif,mandiri,demokratis,rasa ingin tahu,semangat kebangsaan,cinta tanah air, bersahabat/komunikatif,cinta damai,gemar membaca,peduli lingkungan,peduli sosial,tanggung jawab,dan lain-lain. Jadilah generasi muda yang menjadi alasan ukiran senyum pahlawan terdahulu dan pendiri bangsa. Mahasiwa yang menjadi kebanggaan kampus dan negara tercinta ini.     
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar