Urgensi Karakter untuk
Kepribadian Mahasiswa
Oleh : Rusniati
Generasi muda seharusnya menjadi
pagar yang tangguh dari kerasnya ancaman modernisasi yang seringkali
diposisikan negatif dari ketidaksadaran mereka, yang bahkan perlahan-lahan
meruntuhkan kokohnya bangunan karakter terdahulu yang diwariskan kepada mereka.
Generasi muda seakan tak merasa bangga dengan karakter yang telah disalurkan
para pendiri bangsa. Generasi penerus tampak kehilangan keteladanan, mereka
seakan malu mengadopsi jiwa-jiwa kepahlawanan yang dengan segudang karakter
positif yang patut diteladani.
Fase
kaum muda begitu fenomenal di Negeri tercinta ini, amanah bertengger dipundak
kawan-kawan , sebuah beban berat yang akan menjadi lebih berat jika kawan-kawan
tak memulai gerakan saat ini, esok, dan seterusnya. Mulailah tegakkan
sayap-sayap kedamaian dunia terkhusus
untuk negeri tercinta ini. Akal generasi muda seharusnya dapat mengoptimalkan
kesenangan dari zaman modernisasi ini. Pengaruh modernisasi sudah sangat
mewabah didalam akal dan kepribadian generasi muda saat ini. Sebagian dari
generasi muda khususnya mahasiswa tampaknya berfikir bahwa mengikuti jiwa-jiwa
kepahlawanan teruntuk menjadi manusia berkarakter mungkin sejatinya akan
membuat mereka berada dalam posisi tidak berkembang, mereka akan tertinggal
ketika mereka tidak dengan gaya hidup modern. Kesenangan hidup modern mahasiswa
kini berujung pada kelunturan karakter dan etika. Moralitas hampir hilang dari
kepribadian generasi muda. Mahasiswa hampir tak menyadari bahwa kita inilah
aset yang urgen untuk negara kita.
Mahasiswa
dengan kehidupan-kehidupan modern saat ini salah memaknai fanatiknya
modernisasi terhadap kepribadian mereka. Cara pandang dan berfikir generasi
penerus negara tidak sesuai lagi dengan nilai luhur budaya bangsa. Secara
realita maupun logika mengembalikan jiwa-jiwa kepahlawanan, nilai budaya luhur
serta karakter-karakter dalam kepribadian diri generasi muda tampak sulit
kecuali adanya peran aktif komponen dari diri sendiri maupun orang sekitar.
Gaya hidup modern sudah begitu mengakar dalam kepribadian generasi muda, perkembangan
zaman sangat kuat menghantam pendirian generasi penerus. Aliran arus negatif
modernisasi kini perlahan-lahan menghanyutkan warisan karakter generasi muda.
Pengenalan kembali budaya negara
kita pun sepertinya tak dapat memberikan efek kuat bagi generasi muda yang
telah melekat dengan gaya modern. Apakah tanpa karakter generasi muda dapat
menjadi harapan bangsa ? masa depan cerah mereka akan buram tanpa karakter
budaya luhur dalam diri generasi penerus.
Apa yang akan membawa generasi muda menuju puncak kemajuan Indonesia ?
hanya karakter falsafah pancasila yang generasi penerus perlu upayakan
seoptimal mungkin. Minimalisir gaya modern kita kawan dengan menananamkan
karakter budaya luhur hingga menumbuhkan kualitas perilaku kolektif dalam kepribadian
generasi muda. Mahasiswa harus berkarakter sesuai falsafah pancasila, yang
religius,jujur,toleransi,disiplin,kerja keras,kreatif,mandiri,demokratis,rasa
ingin tahu,semangat kebangsaan,cinta tanah air, bersahabat/komunikatif,cinta
damai,gemar membaca,peduli lingkungan,peduli sosial,tanggung jawab,dan
lain-lain. Jadilah generasi muda yang menjadi alasan ukiran senyum pahlawan
terdahulu dan pendiri bangsa. Mahasiwa yang menjadi kebanggaan kampus dan
negara tercinta ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar