HITAM DALAM GELAP
Oleh : Marwati Arif
Entah apa yang di pikirkan Tian malam itu, ia
duduk termenung sendiri. tiba-tiba HPnya
berdering dan di layar tertulis nama salah seorang temannya yang bernama Wiwin.
Tian menjawab panggilan telpon itu dan
ternyata yang berbicara bukanlah Wiwin melainkan Ricky (teman Wiwin).
Pembicaraan pun berlangsung dan mereka saling berkenalan. Mungkin Tian merasa
nyaman dan nyambung saat bicara dengan Ricky, sehingga tanpa sadar ia curhat
kepada teman barunya itu tentang masalah yang di hadapinya dan Ricky pun mendengarkannya.
Keesokan harinya Ricky menelpon lagi, dan sepertinya
mereka semakin akrab setelah sering berkomunikasi selama seminggu terakhir.
Tian merasa sangat senang mendapatkan teman seperti Ricky meskipun sebenarnya hanya sebatas teman yang semu
karena mereka belum pernah bertemu.
Dan sampai beberapa hari, Ricky tak pernah menghubungi
Tian lagi dan Ricky juga sulit untuk di hubungi sehingga komunikasi mereka
putus. Tian cukup sedih dan kecewa akan hal tersebut. Tetapi Tian tetap
berpikir positif tentang ricky dan menjalani hari-harinya seperti hari sebelum
mengenal sosok Ricky yang begitu misterius sekaligus menyenangkan itu meskipun
sebenarnya Tian merasa telah menyimpan rasa suka kepada Ricky.
Hingga suatu hari di mana Tian ikut serta dalam
kegiatan yang di adakan oleh sebuah sekolah tinggi di kotanya dan ia mewakili
sekolahnya. Pada saat berada di gerbang kampus, Di kejauhan Tian melihat
seorang pria yang memiliki postur tubuh yang cukup tinggi dan berwajah manis
sedang memperhatikannya. Dan dari arah yang berlawanan juga ada seorang wanita
yang memanggil pria tersebut “Ricky…”, mendengar nama itu, Tian tanpa berpikir
panjang menoleh ke arah wanita dan pria itu. Tian pun mulai teringat sosok
Ricky yang telah menghilang itu. “Apa mungkin mereka memiliki nama yang sama?”
Tanya Tian dalam hatinya.
Dengan rasa penasaran, Tian berjalan mendekati
sosok pria yang memiliki nama “ricky” itu dan memberanikan diri untuk
menyapanya dan bertanya. “Hai, nama kamu ricky yah?” (agak gugup). “Ya, aku
ricky”. Mendengar suara itu, Tian mulai yakin kalau Ricky yang sedang berdiri
di depannya itu adalah teman yang sudah lama menghilang. Lalu Tian mulai
mengungkit-ungkit tentang teman lamanya dan ternyata benar. Itu adalah ricky
yang selama ini Tian kenal.
Mereka mulai berkomunikasi kembali sejak pertemuan
itu yang tidak pernah terduga oleh Tian. Sebenarnya Tian masih menyimpan banyak
pertanyaan tentang Ricky, ia belum terlalu jauh mengenal siapa itu Ricky.
Malamnya. Ricky menelpon Tian dan ia meminta maaf
karena selama ini ia telah membuat Tian salah paham. Sebenarnya Ricky adalah
salah seorang pria yang naksir pada Nina. Nina adalah teman sekelas sekaligus
sahabat Tian yang terkenal cantik dan baik hati, jadi tidak heran jika banyak
laki-laki yang suka padanya, Nina dan Tian sudah bersahabat sejak lama dan
mereka sudah seperti saudara sendiri. Ricky sengaja mendekati Tian untuk
mencari tahu tentang Nina. Mengetahui hal itu, Tian sangat sedih dan kecewa.
Ternyata orang yang selama ini ia kagumi justru suka kepada sahabatnya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar