Independensi Mahasiswa
Media mahasiswa
Edisi, 09 April 2017
LPM Perska
oleh: Deng Lewa
Merawat bangsa lewat ide, gagasan dan kreatifitas. Seberkas sinar di ujung lorong gelap menjad asa
ditengah bangsa yang rapuh nan kelam ini. Banyaknya celoteh dari masa kemasa hanyalah penambah beban untuk semua penikmat dan pecinta wacana. Seiring nuansa dari rasa itu membuat citra berfikir akan rapuh oleh pandangan buruk sosial. Makanya dasar pemikiran yang menghalangi diri untuk berkreasi dan menerima kebijakan ketika menganggap semua sistem adalah kerangka yang diatur untuk menguntungkan serpihan-serpihan dari banyaknya pihak dilingkungan itu. Pembahasan kita adalah birokrasi kampus dan independensi mahasiswa. Ini terkait masalah berkelitnya birokrasi memaksa para mahasiswa taklut pada situasi. Biokrasi menempatkan mahasiswa pada posisi serba salah. Dengan segala adikuasanya, birokrasi kukuh menjatuhkan mental mahasiswa sampai ketitik dasar. Nah, itu sebabnya kenapa lebih dari separuh mahasiswa masih menganggap bahwa birokrasi penyebab inefisiensi. Segala bentuk penekanan dilakukan yang sifatnya menarik simpati dari mahasiswa sehingga legowo dengan penekanan itu. Penekanan yang sering dilakukan ketika tingkat nyalimahasiswa dijadikan peluang untuk menjatuhkan mental dengan tatapan mata. Adikuasa mutlak baginya.
Nah, bagimana mewujudkan bapak kehormatan Joko Widodo yang mengonsep revolusi mental? Lagi-lagiini birokrasi terlihat keseweng-wenangnya dalam mengatur sistem yang nomaden. Mahasiswa memposisikan birokrasi sebagai orang yang berwenang tapi bukan sewenang-wenang. Anggapan itu muncul sebagai kristalisasi kekecewaan dan kekesalan mahasiswa saat berurusan dengan birokrasi kampus. Kejenuhan yang mencapai titik klimaksnya membuat mahasiswa menjadi jenuh dan mudah menyerah. Sekarang kita mencermati rasa takut mahasiswa yang berlebihan dan dijadikan adat/budaya terciut saat ada sedikit penekanan. Keadaan ini terjadi karena mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka kaum independen. Independen berarti bebas, bisa dikatakan bahwa independensi adalah sikap dimana mahasiswa terlepas dari cengkraman birokrat. Mestinya dapat bernalar dan berkreasi tanpa ada tekanan dan kebijakan yang memihak. Birokrasi adalah orang yang harus menjadi pendorong semangat mahasiswa dalam menggariskan semangat juang untuk negara dan bangsa diera sekarang agar dapat melepas sayapnya.
Independensi bukan sekedar bebas berekspresi fisik, tetpi pada kebesan tataran pemikiran yang patut
dinikmati. Kebebasan memelihara pikiran dengan membiasakannya seliar mungkin melanglang buana mencari gagasan. Hal itu perlu disadari oleh semua orang termasuk birokrasi. Karena tanpa pengakuan independensi maka perubahan sulit diwujudkan Satu hal yang tak lepas juga untuk disadari dan dicermati adalah jika kontrol terhadap kampus rendah maka korupsi semakin subur,bangunan pendidikan rapuh dan nepostisme merajalela. Lintas Informasi & Edukasi Kampus Independensi Mahasiswa
Media mahasiswa
Edisi, 09 April 2017
LPM Perska
Tidak ada komentar:
Posting Komentar